Kisah kurir makanan jujur bernama Dimas Anggoro Saputro kembali mengingatkan banyak orang bahwa amanah masih menjadi nilai penting dalam layanan pesan antar sehari-hari. Pemuda 19 tahun yang bekerja sebagai pengemudi ShopeeFood ini memilih mengembalikan makanan, meski pelanggan sudah mengizinkannya mengambil pesanan tersebut.
Cerita tersebut muncul di Threads setelah pelanggan bernama Rafael membagikan pengalamannya. Ia keliru memasukkan titik pengantaran sehingga lokasi di aplikasi berjarak sekitar 10 kilometer dari alamat yang sebenarnya. Karena perjalanan tambahan terasa berat, Rafael mempersilakan Dimas menyimpan makanannya.
Awal mula pesanan yang salah alamat
Kesalahan titik antar sering terjadi saat memesan makanan online, terutama jika pengguna terburu-buru atau alamat tersimpan tidak mutakhir. Dalam kasus Rafael, jarak 10 kilometer membuat ongkos dan waktu tempuh kurir membengkak. Ia lantas menawarkan makanan sebagai bentuk pengganti atas perjalanan yang sudah ditempuh Dimas.
Dimas sempat menerima tawaran itu dan mengucapkan terima kasih. Namun, setelah mengetahui nilai pesanan, perasaannya berubah. Ia tidak nyaman membawa pulang makanan yang bukan miliknya, meski secara formal sudah diikhlaskan pemiliknya.
Keputusan mengantar ulang ke rumah pelanggan
Alih-alih menikmati rezeki yang datang tiba-tiba, Dimas menempuh jalan menuju alamat Rafael dan meletakkan makanan di depan rumah sesuai data di aplikasi. Sikap itu ia sampaikan lewat pesan singkat yang kemudian dibagikan Rafael ke publik.
“Bukannya saya menolak rezeki, tapi hati saya nggak enak,” begitu bunyi pesan Dimas. Kalimat sederhana itu justru menjadi inti cerita yang menyentuh banyak pembaca. Di tengah rutinitas mengantar hidangan harian, ia menempatkan kejujuran di atas keuntungan sesaat.
Respons warganet dan jejak di Kebumen
Utas Rafael di Threads menarik perhatian luas. Tampilan mencapai lebih dari dua juta kali dilihat, disertai ribuan komentar yang memuji sikap sopan dan kerja keras Dimas. Sebagian warganet bahkan menyarankan agar pemuda ini dilirik perusahaan atau usaha yang membutuhkan staf tepercaya.
Pencarian keberadaan Dimas kemudian terbantu karena ia diketahui merupakan tetangga salah satu pengguna Threads di Kebumen. Kedekatan lokasi itu memudahkan komunitas daring menelusuri identitas kurir tanpa mengada-ada data pribadi yang tidak relevan.
Apresiasi pelanggan lewat video call
Rafael akhirnya tersambung kembali dengan Dimas melalui video call pada Selasa, 8 September 2026. Dalam percakapan itu, apresiasi disampaikan secara langsung, disertai pengganti ongkos pengantaran agar jerih payah Dimas tetap terbayar. Unggahan kisahnya sendiri menyebar luas sehari kemudian, Sabtu, 9 September 2026.
Bagi pembaca yang sehari-hari memesan menu harian lewat aplikasi, kisah ini menjadi pengingat untuk menghargai kurir. Ketepatan alamat, komunikasi sopan, dan tip yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga penghormatan pada orang yang mengantarkan makanan ke pintu rumah.
Di usia belia, Dimas menunjukkan bahwa profesionalisme layanan antar makanan tidak hanya soal kecepatan sampai, melainkan juga integritas. Sikap amanah seperti itu layak menjadi cermin, baik bagi rekan sesama pengemudi maupun pelanggan yang menikmati hidangan pesanan setiap hari.
Sumber: Liputan6.
