RESEP
Indeks
Tips Saji

Prinsip Makan Secukupnya ala Nenek 105 Tahun yang Masih Bugar

Prinsip makan secukupnya kembali jadi sorotan setelah Blynda Vidock, warga Baytown, Texas, merayakan ulang tahun ke-105 dalam kondisi bugar dan masih mandiri. Ia menekankan bahwa porsi yang tidak berlebihan, dipadukan kebiasaan aktif sejak muda, menjadi bagian penting merawat tubuh sepanjang hayat.

Dalam perbincangan dengan FOX 26 Houston pada 10 September 2026, Vidock menyebut umur panjangnya sebagai berkah. Ia juga menegaskan peran kebiasaan sehari-hari: berolahraga, memilih makanan yang baik, serta menghindari sikap berlebih dalam banyak hal, termasuk di meja makan.

Siapa Blynda Vidock dan kebiasaan makannya

Vidock dikenal sebagai salah satu wanita berusia sangat lanjut yang tetap mampu mengurus diri. Ingatannya tajam, dan ia masih aktif mengingatkan anak, cucu, serta cicit soal pilihan makanan. Prinsip utamanya sederhana: setiap hidangan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, bukan berlebih.

Ia mengakui faktor genetik turut berperan, namun menolak menjadikannya satu-satunya alasan. Menurutnya, merawat tubuh harus berjalan beriringan dengan warisan genetik yang baik. Sikap itu ia pegang konsisten sejak usia muda hingga kini.

Olahraga seumur hidup mendampingi porsi terkendali

Selain mengatur porsi, Vidock terbiasa bermain tenis dan berenang dalam jangka waktu panjang. Aktivitas fisik rutin itu ia sebut sebagai kebiasaan yang menopang kebugaran, bukan rutinitas sesaat di usia senja.

Kombinasi gerak dan makan secukupnya sejalan dengan pandangan banyak pakar geriatri: longevitas jarang ditopang satu faktor saja. Tubuh yang bergerak teratur cenderung lebih mudah menjaga metabolisme, kekuatan otot, dan keseimbangan harian.

Nasihat soal junk food dan tempo makan modern

Vidock kerap menyarankan keluarganya menjauh dari makanan cepat saji. Candanya, anjuran itu belum tentu diikuti karena generasi sekarang masih menyukai junk food. Ia juga menyoroti perubahan tempo hidup: orang kini makan terburu-buru, sementara dulu waktu makan menjadi momen duduk bersama keluarga dan menikmati hidangan tanpa buru-buru.

Pengamatan tersebut relevan bagi pembaca di mana pun, termasuk yang terbiasa menyantap menu harian di sela aktivitas padat. Menikmati makanan dengan tenang memudahkan tubuh mengenali rasa kenyang sehingga porsi lebih terkendali.

Pandangan ahli soal pola makan dan penuaan sehat

Dr. Annu Navani, Chief Medical Officer Le Reve Wellness di San Jose, California, menekankan pola makan bernutrisi yang memuat sayuran, buah, biji-bijian utuh, sumber protein, serta produk susu. Ia juga menganjurkan pembatasan gula tambahan dan makanan ultraolahan.

Navani menambahkan, pola makan bukan satu-satunya pilar. Tidur berkualitas, aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pengelolaan stres sama-sama penting agar proses menua berjalan lebih sehat. Uraian ini memperkuat kisah Vidock yang tidak hanya mengatur piring, tetapi juga menjaga gerak dan sikap hidup.

Bagi penggemar kuliner Nusantara, prinsip yang sama bisa diterapkan tanpa mengorbankan cita rasa: sajikan lauk-pauk berimbang, utamakan sayuran dan protein, batasi gorengan atau kudapan sangat manis dalam frekuensi harian, dan biasakan porsi yang menghentikan lapar tanpa memaksakan kekenyangan berlebih. Kunci yang dipegang Vidock tetap relevan di meja makan mana pun: lakukan segala sesuatu secara tidak berlebihan, bersikap baik, dan rawat tubuh dengan konsisten.

Di usia 105 tahun, kemandirian dan kejernihan ingatannya menjadi bukti bahwa kebiasaan sederhana—makan secukupnya, bergerak rutin, serta menjaga sikap—bisa menemani perjalanan panjang. Kisah ini mengajak pembaca meninjau ulang porsi di piring sendiri, tanpa menunggu usia lanjut untuk mulai merawat diri.

Sumber: Detik Food.

Tag: makan secukupnya, usia 105 tahun, pola makan sehat, gaya hidup aktif, porsi makan, kebugaran lansia, nutrisi harian, hindari junk food