Di dapur rumahan Indonesia, perkedel ubi kuning sering jadi pilihan saat stok kentang menipis atau ingin variasi lauk yang sedikit manis. Warna alami ubi memberi tampilan menarik di piring, sementara tekstur dalamnya tetap lembut setelah digoreng. Bahan yang dipakai pun mudah didapat di pasar tradisional maupun swalayan.
Berbeda dengan perkedel kentang yang netral, ubi kuning membawa sentuhan manis lembut yang berpadu bumbu tumis, daun bawang, dan bawang goreng. Hasilnya cocok disandingkan dengan sayur bening, sambal, atau sekadar dinikmati hangat sebagai camilan sore. Berikut panduan lengkap dari pemilihan bahan hingga tips agar adonan tidak mudah pecah.
Bahan yang Perlu Disiapkan
Siapkan sekitar 500 gram ubi kuning, dua siung bawang putih, tiga siung bawang merah, satu batang daun bawang yang diiris tipis, dua sendok makan bawang goreng, satu butir telur untuk adonan, serta satu sendok makan tepung tapioka. Bumbu penyedap cukup setengah sendok teh merica bubuk, setengah sendok teh kaldu bubuk, dan garam secukup selera. Minyak goreng disiapkan terpisah. Untuk pelapis, kocok lepas satu butir telur lagi sebelum menggoreng.
Pemilihan ubi berpengaruh besar pada hasil akhir. Pilih umbi yang sudah tua, dagingnya padat, dan tidak terlalu berair agar adonan mudah dibentuk tanpa terlalu banyak tepung tambahan.
Langkah Mengolah Ubi hingga Adonan Siap
Kupas ubi, potong sedang, lalu kukus hingga empuk. Jangan terlalu lama di atas api supaya kadar air tidak berlebih. Angkat, biarkan hangat, kemudian tumbuk hingga halus tanpa gumpalan keras. Sementara itu, haluskan bawang merah dan bawang putih, tumis sebentar dengan sedikit minyak sampai harum, lalu dinginkan sejenak.
Campurkan bumbu tumis ke dalam ubi lumat bersama daun bawang, bawang goreng, tepung tapioka, merica, kaldu, dan garam. Aduk rata. Masukkan satu butir telur, aduk lagi hingga adonan bisa digenggam dan dibentuk bulat pipih. Jika terasa terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung tapioka atau terigu sebagai pengikat.
Teknik Menggoreng agar Luar Renyah Dalam Matang
Celupkan tiap keping adonan ke telur kocok. Panaskan minyak dengan api sedang hingga benar-benar panas, baru masukkan perkedel. Goreng hingga permukaan kuning keemasan. Api terlalu besar membuat luar cepat gosong sementara dalam masih lembek. Hindari sering membolak-balik agar bentuk tidak retak. Setelah matang, angkat dan tiriskan minyak berlebih.
- Pastikan minyak sudah panas sebelum adonan masuk
- Gunakan api sedang sepanjang proses menggoreng
- Jangan terlalu sering memutar perkedel di wajan
- Tiriskan di rak kawat agar tidak basah minyak
Variasi, Penyimpanan, dan Saran Penyajian
Bagi yang ingin lebih mengenyangkan, adonan bisa ditambah ayam cincang, daging sapi giling, atau kornet. Ubi sebaiknya tetap dikukus atau direbus dulu sebelum dihaluskan; menggoreng ubi mentah langsung tidak disarankan karena tekstur sulit menyatu dengan bumbu.
Perkedel yang sudah dibentuk dapat disimpan di wadah tertutup dalam lemari es sebelum digoreng. Untuk stok lebih lama, bekukan dulu, lalu goreng saat akan disajikan. Sajikan hangat bersama nasi putih, lalapan, atau kuah sayur sederhana agar rasa manis-gurih ubi semakin menonjol di meja makan harian.
Dengan bahan dapur biasa dan urutan kerja yang rapi, perkedel ubi kuning bisa menjadi lauk cadangan yang praktis tanpa mengurangi cita rasa. Cukup jaga kadar air ubi, panaskan minyak dengan benar, dan jangan terburu-buru membalik adonan di wajan.
Sumber: Liputan6.
